Jelang Mudik Lebaran 2026, Pelindo Pastikan Kapal Siap Sandar Aman

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:16:52 WIB
Jelang Mudik Lebaran 2026, Pelindo Pastikan Kapal Siap Sandar Aman

JAKARTA -  Menjelang puncak Arus Mudik Lebaran 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten menyiapkan uji sandar kapal di Dermaga 05A Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. 

Persiapan ini dilakukan untuk memastikan semua armada penyeberangan siap beroperasi dan memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan melayani masyarakat selama periode Angkutan Lebaran. 

Uji sandar menjadi salah satu langkah vital agar arus kendaraan roda dua maupun roda empat dapat terdistribusi dengan lancar tanpa kendala operasional.

Tujuan Uji Sandar Kapal

Uji sandar kapal dilakukan terhadap KMP Amadea dan KMP Wira Qaila. Kegiatan ini melibatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten, bersama sejumlah pemangku kepentingan transportasi laut dan darat. 

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan seluruh aspek keselamatan kapal terpenuhi, mulai dari mesin, navigasi, hingga fasilitas penumpang.

General Manager PT Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar prosedur formal, tetapi bagian dari komitmen Pelindo untuk menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran distribusi kendaraan saat arus mudik Lebaran. 

“Kami ingin memastikan kapal dan seluruh perangkat pendukungnya benar-benar siap sehingga layanan penyeberangan dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Benny.

Pelabuhan Ciwandan Difungsikan H-10 Lebaran

Pelabuhan Ciwandan akan mulai difungsikan pada H-10 masa Angkutan Lebaran 2026, yakni pada 11 Maret 2026 pukul 15.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB.

Pengoperasian pelabuhan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Jenderal Bina Marga, serta Kepala Korps Lalu Lintas Polri.

SKB tersebut menjadi dasar resmi pengaturan transportasi selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dengan SKB ini, distribusi kendaraan dapat dikendalikan lebih terstruktur, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Data proyeksi menunjukkan sekitar 19.500 unit mobil akan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, sementara kendaraan roda dua diperkirakan mencapai 24.000 unit melalui Ciwandan–Wika Beton.

Koordinasi dan Pengawasan Teknis

Dalam menghadapi lonjakan arus mudik, Pelindo melakukan koordinasi ketat dengan seluruh pemangku kepentingan. Setiap tahapan operasional diperiksa secara menyeluruh mulai dari kesiapan dermaga, kapasitas kapal, hingga pengaturan jadwal sandar. Benny Ariadi menekankan pentingnya sinergi untuk memastikan pelayanan penyeberangan tidak mengalami gangguan.

“Setiap langkah operasional kami persiapkan matang melalui sinergi yang kuat dengan seluruh stakeholder terkait. Kami berharap komitmen ini mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat di momen mudik Lebaran tahun ini,” tambah Benny.

Armada dan Rute Kapal

Selama Angkutan Lebaran, sebanyak 12 kapal penyeberangan akan melayani lintasan Ciwandan–Bakauheni dan Ciwandan–Wika Beton. Armada ini didesain untuk mampu menampung kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, serta penumpang dengan kapasitas sesuai standar keselamatan. 

Penjadwalan kapal dilakukan dengan perhitungan arus kendaraan harian dan prediksi puncak mudik agar tidak terjadi antrean panjang di dermaga.

Pengaturan operasional kapal juga melibatkan pengawasan real-time agar potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini membantu mengurangi keterlambatan, mempercepat perputaran armada, dan menjaga kenyamanan penumpang.

Kesiapan Layanan dan Fasilitas Pendukung

Selain armada dan rute, Pelindo memastikan seluruh fasilitas pendukung kapal siap digunakan. Mulai dari jalur antrean kendaraan, fasilitas penumpang, hingga sistem pembayaran elektronik, semuanya diperiksa secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan agar setiap proses penyeberangan berlangsung cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Pihak Pelindo juga memastikan adanya petugas siap siaga di dermaga untuk memberikan arahan dan bantuan, serta koordinasi dengan pihak kepolisian untuk kelancaran lalu lintas kendaraan menuju pelabuhan.

Pemantauan Arus Mudik

Pemantauan arus mudik menjadi bagian integral dari uji sandar dan persiapan operasional. Pelindo bekerja sama dengan BPTD dan pihak kepolisian untuk memetakan titik-titik kritis arus kendaraan. Dengan pemantauan ini, potensi kemacetan atau hambatan distribusi dapat diantisipasi, sehingga proses sandar kapal tetap efisien.

Sistem pemantauan ini juga memungkinkan pihak manajemen mengambil keputusan cepat terkait penyesuaian jadwal, penambahan armada, atau perubahan rute bila terjadi lonjakan kendaraan yang tidak terduga.

Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang

Keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi fokus utama Pelindo. Semua kapal yang digunakan harus memenuhi standar keselamatan, dilengkapi dengan peralatan darurat, serta pengawasan ketat oleh petugas terkait. 

Benny Ariadi menegaskan, pelayanan penyeberangan tidak hanya soal mengangkut kendaraan dan barang, tetapi juga memberikan pengalaman aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan kesiapan ini, Pelindo berharap seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan mudik dengan tenang, tanpa harus khawatir terhadap keselamatan maupun keterlambatan.

Uji sandar kapal di Pelabuhan Ciwandan merupakan langkah krusial dalam rangkaian persiapan Angkutan Lebaran 2026. Kesiapan armada, dermaga, fasilitas pendukung, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan memastikan pengiriman kendaraan dan penumpang berjalan aman, lancar, dan efisien. 

Melalui strategi ini, Pelindo menegaskan komitmennya menghadirkan layanan penyeberangan yang profesional, aman, dan nyaman bagi masyarakat menjelang Lebaran 2026.

Terkini