Kemenko PM Sediakan Layanan Klinik UMKM dan HKI Terpadu Festival

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:37:42 WIB
Kemenko PM Sediakan Layanan Klinik UMKM dan HKI Terpadu Festival

JAKARTA - Festival Jejak Jajanan Nusantara menjadi ajang strategis bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas bisnis dan memperkuat legalitas usaha.

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyediakan layanan konsultasi terpadu melalui Klinik UMKM dan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) selama festival berlangsung.

Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menekankan bahwa festival ini memberikan kesempatan emas bagi UMKM agar lebih profesional. 

“Bagi UMKM yang hendak mendaftarkan usahanya dapat mendaftar melalui link https://bit.ly/RegistrasiKlinikUMKMdanHKI-JJN2026,” ujar Leontinus.

Festival ini tidak sekadar menjadi tempat memamerkan produk, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pendampingan. 

Para peserta dapat memperoleh arahan langsung terkait legalitas, strategi pemasaran, akses pembiayaan, serta perlindungan hak kekayaan intelektual. Dengan demikian, UMKM mampu menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Sinergi Lintas Kementerian Dukung UMKM

Layanan konsultasi dalam festival ini terselenggara melalui kerja sama Kemenko PM dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta Kementerian Ekonomi Kreatif. Kolaborasi lintas kementerian memastikan layanan konsultasi komprehensif dan terintegrasi, sesuai kebutuhan nyata pelaku UMKM.

Leontinus menjelaskan, program ini bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Tujuannya tidak hanya agar UMKM dapat bertahan, tetapi juga mampu tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang legal, terlindungi, dan kompetitif. 

Dengan pendekatan kolaboratif, UMKM memperoleh akses lebih luas terhadap edukasi, pembiayaan, sertifikasi, dan perlindungan merek.

Kehadiran berbagai kementerian sekaligus memaksimalkan kualitas pendampingan. UMKM mendapat arahan yang tepat mengenai aspek legal dan pengembangan usaha. Langkah ini penting untuk memastikan usaha kecil menengah memiliki fondasi kuat dalam menghadapi persaingan pasar domestik maupun internasional.

Pendaftaran dan Mekanisme Konsultasi

Pendaftaran konsultasi dibuka hingga 7 Maret 2026. Layanan ini berlangsung selama Festival Jejak Jajanan Nusantara pada 6 hingga 8 Maret 2026 di Parkir Selatan Barat, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Kuota konsultasi dibatasi 50 peserta per hari. Setiap sesi dibagi berdasarkan jenis usaha peserta, sehingga pendampingan dapat dilakukan lebih fokus dan efektif. Selain pendaftaran daring, peserta juga dapat mendaftar langsung (on the spot) selama kuota harian masih tersedia.

Sistem kuota dan pengelompokan berdasarkan jenis usaha menjamin setiap peserta memperoleh perhatian maksimal dari konsultan. Mekanisme ini memudahkan peserta mendapatkan solusi sesuai kebutuhan spesifik bisnisnya, mulai dari legalitas, akses pasar, hingga strategi digitalisasi.

Fokus Layanan Klinik UMKM dan HKI

Klinik UMKM menekankan legalitas usaha, sertifikasi produk, digitalisasi, akses pembiayaan, dan strategi pemasaran. Sementara Klinik HKI fokus pada edukasi brand, pengecekan merek, dan pendaftaran merek dagang.

Leontinus menegaskan, perlindungan merek dan inovasi produk menjadi hal krusial bagi daya saing UMKM. “Melalui Klinik HKI, pelaku UMKM didorong untuk melindungi identitas dan inovasi produknya agar terhindar dari sengketa sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional,” ujarnya.

Kedua layanan ini saling melengkapi. Klinik UMKM membantu aspek legal dan operasional usaha, sedangkan Klinik HKI menjaga hak kekayaan intelektual agar produk UMKM aman dari klaim pihak lain. Pendekatan terpadu ini menjadi kunci agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem UMKM

Festival Jejak Jajanan Nusantara bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya sistematis mendorong pemberdayaan masyarakat. Pendampingan konsultasi membantu UMKM memahami pentingnya legalitas, sertifikasi, hak kekayaan intelektual, serta strategi digitalisasi dan pemasaran.

Dengan edukasi ini, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional. Profesionalisme dan legalitas usaha menjadi modal penting agar UMKM mampu bersaing dan berkembang.

Program ini diharapkan menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kompetitif, terlindungi, dan berkelanjutan. Festival tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang kokoh. UMKM yang mendapatkan pendampingan akan lebih siap menghadapi tantangan pasar global, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkini