Indonesia Targetkan Ekspor Furnitur Tembus USD 6 Miliar dalam Lima Tahun ke Depan

Jumat, 06 Maret 2026 | 11:32:38 WIB
Indonesia Targetkan Ekspor Furnitur Tembus USD 6 Miliar dalam Lima Tahun ke Depan

JAKARTA - Industri furnitur dan kerajinan Indonesia terus menunjukkan potensi besar untuk berkembang di pasar internasional. 

Dengan kekayaan sumber daya alam, keterampilan perajin, serta dukungan pemerintah, sektor ini dinilai mampu menjadi salah satu pilar penting dalam peningkatan ekspor nasional. Berbagai pihak pun mendorong agar peluang pasar global yang terus berkembang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri dalam negeri.

Pasar furnitur dunia saat ini masih terbuka lebar bagi negara-negara produsen yang mampu menghadirkan produk berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Indonesia sebagai salah satu produsen furnitur di kawasan Asia Tenggara memiliki kesempatan besar untuk memperluas pangsa pasar global. Karena itu, berbagai strategi terus dilakukan agar produk furnitur Indonesia semakin dikenal di pasar internasional.

Optimisme terhadap perkembangan industri furnitur juga didukung oleh tren permintaan global yang terus meningkat. Pertumbuhan sektor properti, hotel, dan perkantoran di berbagai negara turut mendorong kebutuhan furnitur berkualitas tinggi. Kondisi tersebut menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku industri dalam negeri untuk meningkatkan nilai ekspor.

Pemerintah bersama asosiasi industri terus berupaya memperkuat daya saing produk furnitur Indonesia melalui peningkatan kualitas produksi, pengembangan desain, serta perluasan pasar ekspor. Salah satu target yang dicanangkan adalah mendorong nilai ekspor furnitur nasional mencapai angka yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.

Kontribusi Industri Furnitur bagi Perekonomian Nasional

Industri furnitur dan kerajinan Indonesia masih terus menunjukkan peran penting bagi perekonomian nasional. Data BPS memperlihatkan ekspor mebel memberi kontribusi 12,2 persen dari subsektor kerajinan. Pasar ekspor dunia masih memiliki peluang besar bagi pertumbuhan industri furnitur Indonesia.

Data dari Allied Market Research menyatakan nilai pasar furnitur dunia akan mencapai lebih dari USD 1.160 miliar pada tahun 2034, tumbuh dari USD 736 miliar pada 2023 CAGR sekitar 4,2%. Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri furnitur harus bisa memanfaatkan proyeksi pertumbuhan untuk meningkatkan nilai ekspor produk furnitur Indonesia ke pasar global.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam pernyataan tertulis yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, saat membuka pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di ICE, BSD. Ia menyatakan penyelenggaraan IFEX memberi efek positif bagi pasar industri furnitur.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agus juga menyoroti Manufacturing Value Added Indonesia yang berada di tempat teratas di ASEAN yang mencapai 265,07 miliar USD.

Kementerian Perindustrian juga memberikan berbagai fasilitas untuk mendukung pertumbuhan industri. Beberapa fasilitas yang diberikan antara lain fasilitasi ketersediaan bahan baku, fasilitasi ketersediaan SDM terampil, fasilitasi peningkatan produktivitas, kapasitas, dan kualitas produk, fasilitasi peningkatan pasar dan penguatan riset referensi pasar, penciptaan iklim berusaha yang kondusif bagi pelaku industri, serta pengembangan Sentra IKM Furnitur.

Ia berharap penyelenggaraan pameran internasional IFEX menjadi medium yang tepat untuk menunjukkan peran Indonesia sebagai pemain industri furnitur yang kompetitif di pasar global.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, ikut menyatakan optimismenya bahwa industri furnitur Indonesia akan terus tumbuh. Ia juga kembali menegaskan target ekspor industri furnitur Indonesia yang diyakini bisa mencapai angka 6 miliar USD dalam lima tahun ke depan.

“Kami yakin ke depan pasar furnitur dunia masih akan terus membaik. Untuk itu, kami kembali menegaskan target kami untuk merealisasikan target ekspor sebesar 6 miliar USD. Selain ke pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, kami juga mendorong anggota kami untuk membuka peluang ke pasar-pasar baru seperti Timur Tengah dan Afrika,” ujar Sobur.

IFEX 2026 Dorong Peluang Ekspor Furnitur Indonesia

Penyelenggaraan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat posisi industri furnitur Indonesia di pasar global. Ajang ini dinilai mampu menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku industri dengan pembeli dari berbagai negara.

Penyelenggaraan IFEX menjadi wadah yang tepat untuk mendorong nilai ekspor dan menegaskan posisi produk furnitur Indonesia di kancah global. IFEX sebagai pameran B2B terbesar di kawasan menawarkan banyak keunggulan bagi peserta. Sebagai pameran berkelas global, IFEX menawarkan kesempatan sebagai platform business matching langsung antara pemain industri dengan buyers internasional.

IFEX telah lama dikenal sebagai barometer pertumbuhan industri furnitur dan kerajinan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan regional bahkan global. IFEX menawarkan berbagai produk unggulan furnitur Indonesia yang kaya akan kematangan kualitas, material, dan nilai estetika. Setiap peserta bersaing menampilkan produk yang inovatif, craftsmanship unggul, dan berstandar global.

Kolaborasi strategis antara pelaku industri, asosiasi, komunitas desain, dan pemerintah menjadi pondasi penting bagi penyelenggaraan IFEX 2026. Melalui sinergi tersebut, ajang ini diproyeksikan semakin mempertegas positioning Indonesia di pasar internasional sebagai produsen furnitur premium yang kompetitif dan berstandar global, sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan sektor furnitur dan kerajinan secara berkelanjutan di tingkat nasional.

Perluasan Area Pameran dan Dukungan Infrastruktur

Untuk semakin mengukuhkan positioning tersebut, tahun ini IFEX menempati lokasi pameran baru yaitu di ICE, BSD yang menawarkan area pameran yang lebih besar dan lebih modern. Dengan luas area pameran yang mencapai 85 ribu meter persegi, IFEX berkomitmen menciptakan peluang yang semakin luas bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk menampilkan produk unggulan serta memperkuat daya saing di panggung global.

“Penambahan luas area pameran ini memungkinkan kami untuk meningkatkan jumlah peserta sekaligus menghadirkan lebih banyak produk furnitur unggulan. Lokasi baru ini juga hadir dengan fasilitas dan program pendukung yang ditujukan untuk memberikan pengalaman pameran yang lebih berkesan bagi para pengunjung,” ujar Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung.

Dengan fasilitas yang lebih lengkap serta kapasitas pameran yang lebih luas, penyelenggara berharap IFEX dapat menarik lebih banyak peserta maupun pembeli internasional. Hal ini tentu akan membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih besar bagi pelaku industri furnitur Indonesia.

Situasi Global dan Optimisme Industri Furnitur

Di tengah dinamika global, pelaku industri furnitur Indonesia tetap menunjukkan optimisme terhadap masa depan sektor ini. Meski terdapat berbagai tantangan, termasuk kondisi geopolitik di beberapa wilayah dunia, peluang perdagangan furnitur masih terbuka luas.

Terkait situasi terkini di Timur Tengah, penyelenggara IFEX menyatakan bahwa sampai saat ini kondisi di Indonesia masih aman dan stabil. Persiapan pameran IFEX terus berlanjut dan tetap bisa menghadirkan pameran dengan produk-produk unggulan.

“IFEX bukan hanya sekadar pameran tetapi lebih dari itu, event ini adalah sebuah platform perdagangan global tepercaya yang menghubungkan buyers dengan produk unggulan yang mereka butuhkan. Dalam situasi global seperti saat ini, kemitraan yang kuat dan akses pasar yang andal menjadi semakin penting,” tegas Sobur.

Lebih lanjut ia mengatakan terus menjalin komunikasi dengan para peserta dan buyers untuk memastikan kenyamanan dan keamanan semua pihak termasuk kelancaran pelaksanaan acara. Ia berharap situasi global segera pulih dan tatanan kondisi sosial dan ekonomi bisa kembali berjalan dengan baik sehingga peluang perdagangan tetap terbuka.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, asosiasi industri, serta pelaku usaha, sektor furnitur Indonesia diharapkan mampu terus tumbuh dan memperluas jangkauan pasar global. Target ekspor sebesar USD 6 miliar dalam lima tahun ke depan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri furnitur nasional untuk semakin memperkuat posisinya di pasar internasional.

Terkini