Hutama Karya Awasi Arus Rekayasa Lalu Lintas di Tol Padang-Sicincin

Senin, 02 Maret 2026 | 12:01:43 WIB
Hutama Karya Awasi Arus Rekayasa Lalu Lintas di Tol Padang-Sicincin

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengambil langkah strategis dengan menerapkan rekayasa lalu lintas pada Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin di kilometer (KM) 18+998 selama dua hari, 2–3 Maret 2026, demi mendukung proses pembangunan interchange dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pengaturan Arus Menyusul Pemasangan Balok Jembatan

Rekayasa lalu lintas itu dilaksanakan menyusul pekerjaan pemasangan balok jembatan (erection girder) untuk pembangunan Interchange Lubuk Alung di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin. Vice President VP Komunikasi Korporat Hutama Karya, Rizki Dana, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran konstruksi di lapangan.

Pekerjaan pemasangan balok jembatan merupakan bagian penting dari tahapan pembangunan interchange yang akan memperkuat jaringan tol di Sumatera Barat dan mempercepat konektivitas antarkawasan. Karena itu, Hutama Karya melakukan penyesuaian terhadap pola arus guna meminimalkan gangguan sekaligus mengantisipasi potensi risiko selama aktivitas konstruksi berlangsung.

Skema Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan

Selama periode rekayasa lalu lintas, Hutama Karya menyiapkan dua skema pengaturan arus. Skema pertama adalah penerapan detour di KM 18+998, yang diperuntukkan bagi pengguna jalan dari Gerbang Tol Kapalo Hilalang menuju Gerbang Tol Padang. Skema kedua berupa pengalihan arus ke jalan nasional bagi kendaraan dari arah Gerbang Tol Padang menuju Gerbang Tol Kapalo Hilalang.

Pengaturan arus ini dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada titik di mana pekerjaan pemasangan balok jembatan berlangsung. Dengan adanya detour dan pengalihan jalan nasional, diharapkan kendaraan dapat tetap bergerak lancar tanpa menghambat proses pembangunan yang sedang berjalan.

Koordinasi Intensif dengan Berbagai Pihak Terkait

Untuk memastikan arus lalu lintas tetap aman dan terkendali selama proses rekayasa ini, Hutama Karya bersinergi dengan sejumlah instansi terkait. Koordinasi dilakukan antara lain dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Satuan Lalu Lintas Polres Padang Pariaman, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar.

Selain itu, jalur detour yang digunakan akan dilengkapi dengan rambu-rambu, marka jalan, penerangan, dan perangkat keselamatan lainnya agar pengendara lebih mudah menavigasi rute sementara tersebut. Hutama Karya juga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik krusial, sehingga setiap perubahan pola arus dapat dipantau serta diatur secara efektif.

Imbauan untuk Pengguna Jalan dan Informasi Tambahan

Hutama Karya mengimbau agar pengguna jalan yang melintas di area pekerjaan dapat mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan. Meski rekayasa arus ini hanya bersifat sementara, perusahaan berharap semua pihak dapat memahami situasi dan beradaptasi dengan perubahan yang diterapkan.

Tol Padang–Sicincin sendiri telah menjadi bagian yang penting dari Jalan Tol Trans Sumatera. Ruas tol sepanjang sekitar 36 kilometer ini telah beroperasi sejak 28 Mei 2025, membuka akses strategis di Provinsi Sumatera Barat dan memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan dengan memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya lebih dari satu jam melalui jalur nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol. Pembangunan interchange seperti Lubuk Alung diharapkan semakin memperluas manfaat infrastruktur ini bagi masyarakat dan mobilitas antarkota di Ranah Minang.

Dengan penerapan rekayasa lalu lintas seperti ini, Hutama Karya menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan pembangunan infrastruktur yang aman dan efisien, sekaligus mengedepankan keselamatan pengguna jalan di tengah proses konstruksi vital.

Terkini