Tren Harga Sembako Jawa Timur 2 Maret 2026 Berubah Signifikan Hari Ini

Senin, 02 Maret 2026 | 15:34:19 WIB
Tren Harga Sembako Jawa Timur 2 Maret 2026 Berubah Signifikan Hari Ini

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur terus menunjukkan dinamika yang berbeda-beda pada awal Maret 2026. 

Pada hari ini, Senin, 2 Maret 2026, cabai rawit dan daging sapi mengalami kenaikan harga, sementara bawang merah, bawang putih, cabai keriting, cabai besar, daging ayam kampung, dan telur ayam kampung turun. Sembako lainnya relatif stabil tanpa perubahan signifikan.

Memantau harga sembako secara rutin menjadi hal penting bagi masyarakat. Selain membantu mengatur belanja harian, informasi harga juga berperan dalam menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga. 

“Perubahan harga sembako harus dipahami agar masyarakat dapat menyesuaikan belanja tanpa membebani anggaran keluarga,” ujar seorang analis pangan di Surabaya.

Rincian Harga Sembako Hari Ini

Sembako, yang merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok, mencakup kebutuhan dasar rumah tangga yang wajib tersedia setiap hari. Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan putih, gas elpiji, serta garam.

Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, dirangkum dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo):

Beras Premium: Rp14.885/kg

Beras Medium: Rp12.853/kg

Gula kristal putih: Rp16.692/kg

Minyak goreng curah: Rp18.798/kg

Minyak goreng kemasan premium: Rp20.410/liter

Daging sapi paha belakang: Rp120.968/kg

Daging ayam ras: Rp38.477/kg

Daging ayam kampung: Rp68.942/kg

Telur ayam ras: Rp29.769/kg

Telur ayam kampung: Rp45.299/kg

Cabai merah keriting: Rp31.141/kg

Cabai merah besar: Rp29.134/kg

Cabai rawit merah: Rp87.206/kg

Bawang merah: Rp36.876/kg

Bawang putih: Rp31.036/kg

Gas elpiji: Rp19.805/tabung

Data tersebut menunjukkan tren kenaikan pada cabai rawit sebesar Rp596 atau 0,69 persen, dan daging sapi naik Rp179 atau 0,15 persen. 

Sementara itu, bawang merah turun Rp420 atau 1,13 persen, bawang putih turun Rp401 atau 1,28 persen, cabai keriting turun Rp337 atau 1,07 persen, cabai besar turun Rp456 atau 1,54 persen, daging ayam kampung turun Rp1.287 atau 1,83 persen, dan telur ayam kampung turun Rp1.063 atau 2,29 persen.

Faktor Penyebab Fluktuasi Harga

Harga sembako dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Salah satu faktor utama adalah ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Jika permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan melimpah, harga dapat turun.

Cuaca juga menjadi faktor penting. Bencana alam, musim hujan yang ekstrem, atau kekeringan dapat memengaruhi produksi pertanian, sehingga menimbulkan kenaikan harga. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait impor, subsidi, dan pajak dapat berdampak signifikan. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan tarif pajak akan mempengaruhi biaya produksi dan distribusi.

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja turut menjadi faktor penentu harga sembako. Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama untuk bahan pokok impor, juga memengaruhi harga. Depresiasi rupiah akan membuat harga barang impor lebih mahal.

Dampak Fluktuasi terhadap Masyarakat

Perubahan harga sembako mempengaruhi daya beli masyarakat. Kenaikan harga cabai, daging, atau bawang dapat membebani rumah tangga, terutama bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah. Sebaliknya, penurunan harga bawang atau telur ayam kampung dapat meringankan pengeluaran belanja harian.

Selain itu, fluktuasi harga juga berdampak pada pedagang pasar, penjual eceran, dan pelaku usaha kuliner. Pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif, sementara konsumen diharapkan memantau perkembangan harga agar dapat mengatur anggaran dengan lebih efektif.

Pentingnya Pemantauan dan Strategi Belanja

Agar tetap hemat, masyarakat dianjurkan memantau harga sembako melalui sistem resmi seperti Siskaperbapo. Pemantauan rutin memungkinkan konsumen membeli pada saat harga stabil atau lebih rendah. 

Selain itu, strategi belanja seperti membeli dalam jumlah sesuai kebutuhan, memanfaatkan promo, dan membeli dari pasar tradisional atau grosir dapat membantu menjaga anggaran rumah tangga.

Pemerintah dan pemangku kepentingan juga diharapkan menerapkan kebijakan yang menjaga stabilitas harga, termasuk memperhatikan distribusi, transportasi, dan ketersediaan stok di pasaran. Dengan demikian, harga sembako tetap terkendali, masyarakat mendapatkan kebutuhan dasar secara adil, dan inflasi dapat diminimalkan.

Terkini